Selamat pagi anak - anak kelas 4 yang baik hati. Apa kabar? Semoga kalian dalam keadaan sehat. Hari ini tema pelajaran agama kita tentang "Menghormati Hidup". Untuk pelajaran agama hari ini silahkan lihat alur dibawah ini dan jika anak - anak melihat ada spasi panjang/jarak panjang di bawah ini, mohon tetap scrol ke bawah karena ada lanjutannya.Trimakasi.
1. Membaca cerita dibawah ini :
2. Refleksi dari cerita diatas (Tidak perlu dicatat, cukup dibaca saja)
Bunda Teresa adalah salah satu tokoh kemanusiaan yang bekerja bagi kaum
miskin, sakit, melarat karena ia menghargai hidup manusia.Dia sungguh luar
biasa, berjiwa yang besar orang yang kaya secara rohani sedangkan miskin
secara materi. Sebelum meninggal tahun 1997 silam, Bunda Teresa pernah
berkata dalam catatan hariannya: “Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
Hidup adalah keindahan, kagumi itu. Hidup adalah mimpi, wujudkan itu. Hidup
adalah tantangan, hadapi itu. Hidup adalah kewajiban, penuhi itu. Hidup adalah
pertandingan, jalani itu. Hidup adalah mahal, jaga itu. Hidup adalah kekayaan,
simpan itu. Hidup adalah kasih, nikmati itu. Hidup adalah janji, genapi itu.
Hidup adalah kesusahan, atasi itu. Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu. Hidup
adalah perjuangan, terima itu. Hidup adalah tragedi, hadapi itu. Hidup adalah
petualangan, lewati itu. Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu. Hidup
adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu. Hidup adalah HIDUP, berjuanglah
untuk itu…”
3. Membaca Kitab Suci : Matius 5: 21-24
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan
membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.Tetapi Aku berkata
kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;
siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah
Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang
menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu
di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah
itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk
mempersembahkan persembahanmu itu.
4. Catatan Agama (Dicatat di Buku Catatan)
a. Ada syair lagu melukiskan bahwa “Hidup itu anugerah, hidup itu hadiah,
Betapa bahagia yang menyadarinya, Betapa ringan langkah mereka”. Inilah
gambaran bahwa Tuhan memberikan kehidupan kepada kita sebagai hadiah.
Tuhanlah yang memiliki kehidupan, sehingga tidak ada orang atau pihak mana
pun yang dapat mengambilnya, dengan alasan apa pun.
b. Sebagai hadiah Tuhan, hidup yang kita miliki harus kita rawat, kita jaga dan
kita pelihara. Hal itu berlaku bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Hal ini
ditegaskan oleh Tuhan di dalam perjanjian lama “jangan membunuh” (kel 20:13)
c. Lebih dalam dari itu, Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman
kelima tersebut. Jangan membunuh bukan hanya larangan menghabisi nyawa
orang lain atau bunuh diri, melainkan penekanan sikap hormat dan sikap kasih
terhadap kehidupan.
d. Hal itu Nampak dalam sabda Yesus: “jangan membunuh:
siapa membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu, setiap orang
yang marah terhadap saudaranya harus diserahkan ke dalam api yang menyalanyala” (Mat 5:21-22).
e. Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta kasih
sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama
dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai
kafir atau juga dengan membencinya.
f. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan
tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan
mengasihi sesama, kita menghormati hidup dan melestarikan kehidupan.